Rabu, 13 November 2024

SEGALA KECEMASAN YANG MENJADI NYATA

 Tak ada seorangpun yang ingin sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupnya. Tapi sebuah kecemasan dalam hidup dan sesuatu yang selalu tidak diingini justru itu yang terjadi.

Aku seorang wanita tengah baya yang baru beberapa tahun ini memiliki suami. Dulu aku sangat mencemaskan bila bersuami orang tuaku terutama ibuku pasti akan merasa kehilangan, aku tau itu. Tapi yang sungguh tidak kuduga rasa ketidakrelaan orang tuaku berpisah dariku berujung pada sakitnya yang berkelanjutan. Ini sungguh sangat menyakitkan. 

Dalam bayanganku saat akan menikah dulu aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku, bisa membawanya kemanapun mereka ingin pergi. Sayang sekali semua itu hanya angan belaka. Yang terjadi justru kini Bapak sudah meninggal, sedang ibuku sakit parah. Ya Allah... apa yang harus aku lakukan? Setiap kali mengingat ini luruh air mataku. Jika saja manusia boleh berandai-andai, aku ingin ini semua tidak terjadi. Aku ingin mereka baik-baik saja.

Ternyata itu semua masih belum cukup, baru-baru ini aku mendapatkan berita yang cukup mengguncang perasaanku. Bagaimana tidak, jika seorang wanita divonis kemungkinan besar mengalami kemandulan yang menurut para ahli sudah sulit tertolong. Aku mengidap penyakit kista ovarium dan miom uteri cukup besar. Bahkan salah satu indung telur harus diangkat, dengan pengangkatan itu kemungkinanku untuk hamil makin kecil, selain karena rahim sudah rusak usia juga mempengaruhi.

Aku mungkin tidak sendiri mengalami nasib seperti ini, aku yakin banyak orang diluar sana mengalami nasib yang sama. Namun tetap saja hal ini membuatku merasa jatuh kedasar bumi. Tak pernah bermimpi ingin mengalami hal seperti ini. Entahlah bagaimana perasaan suamiku. Beruntungnya suamiku telah memiliki 2 orang anak dari pernikahan sebelumnya. Setidaknya sekalipun dia tidak memiliki anak dariku dia sudah punya anak. Namun hatiku terasa teriris mengingat aku sendiri belum memiliki anak kandung. Jika mengingat hal ini aku selalu tak bisa membendung air mataku.

Mengapa tidak menikah disaat usia masih muda? Menyesalipun saat ini sudah tidak ada gunanya. Kini yang dapat kuperbuat hanya bagaimana untuk bisa kembali sehat dan bisa mengurus ibu. Berfikir positif dimana Allah tidak menurunkan penyakit melainkan obatnya. Tetap berusaha dan semangat menjalani sisa hidup.


Senin, 12 April 2021

Rindu???

Rindu... apa itu rindu? Tidak kah ia hanya seperti air yang mengalir atau angin yang bertiup? Mending kalau air yang mengalir saat menerpa kita masih menyisakan bekas meski seiring datangnya waktu akan menghilang, tapi kalau angin yang berhembus tak ada bekasnya meskipun bisa dirasa. Ya... rindu itu seperti angin yang berhembus, kemana arahnya tak mampu kita duga. Kapan ia mau datang pun kita tak tau. 

Adakah yang bisa menjelaskan bagaimana rindu datang? Adakah yang bisa menjelaskan dia akan pulang?

Tak tau bagaimana untuk meneruskan paragraf ini... bingung kata apa yang pantas untuk melukiskannya. Aku tak tau harus menangis atau tertawa. Sesungguhnya aku terharu ada seseorang yang menyayangku sepertimu. Aku pernah pesimis tak ada seseorang yang sepertimu. Tapi aku percaya Allah pasti  punya stok orang sepertimu. Limited edition ceritanya 😛...

Aku senang mengenalmu, meski aku merasa kurang pantas bersamamu tapi kau tak membiarkanku jauh darimu. Kau mengingatkanku dengan kasih sayang. Terasa olehku kau mengingatkanku karena rasa sayangmu padaku, bukan karena ingin mengguruiku. Ya... aku pernah berkata pada teman-temanku bahwa aku menginginkan seseorang yang bilamana dia menatapku saja aku sudah tau dia suka atau tidak. Kini begitulah yang aku rasakan, kau orang yang seperti itu.

Saat teringat hal semalam aku menangis haru, bukan karena aku sedih tapi karena aku bahagia. Makasih sudah mengajarkan bagaimana menyayangi dan menasehati tanpa menyakiti..

Tau tidak hal semalam justru menghadirkan rasa rindu ingin bertemu dan lebih jauh mengenalmu..


 

Senin, 28 September 2020

Jurang Curam

 Malam bergulir semakin larut. Entah mengapa mataku tak kunjung mengantuk. Ku coba tuk pejamkan mata, sia sia. Lelah mataku terpejam namun fikiranku tetap melayang layang entah kemana. Ku buka lagi ponsel ku, kumainkan lagi hingga mataku lelah. Tak terasa aku telah terlelap dalam gelisah. 

Dalam tidurku yang gelisah aku bermimpi berada ditepi jurang. Dalam mimpi aku bertemu dengan sepupuku dari pihak ayahku, yang ku fikir aku dulu pernah cukup dekat dengannya. Berbagi cerita, hingga aku sadari ternyata dia menyembunyikan sesuatu dariku yang membuatku tak lagi percaya padanya.

Dalam mimpi itu, aku melihat beberapa sepatu milik keluarga sepupuku  jatuh didasar jurang. Sering kali dalam mimpi aku melakukan tindakan diluar nalarku, tapi kali ini tubuhku bergetar takut untuk turun ke dasar jurang. Biasanya aku sangat peduli dengan orang lain. Aku tak bisa melihat raut kekecewaan diwajah orang lain. Tapi kali ini aku merasa perlu untuk bersikap egois dengan tidak memperdulikan mereka. 

Masih dengan badan gemetar aku merangkak menjauh dari tepi jurang. Biarlah dia marah, biarlah dia kecewa. Toh selama ini aku tak pernah merepotkannya. Aku ingin egois sekali kali. Meski tetap tidak enak hati. Biarlah. Biarlah. Biarlah.

Perlahan sayup sayup ku dengar suara azan subuh, aku terbangun dan tak lagi bisa memejamkan mata namun masih enggan bangkit dari pembaringanku. Manalagi di luar sana ku dengar rintik hujan, membuatku makin malas beranjak dari posisiku saat ini.

Pikiranku melayang kembali pada mimpiku semalam. Haruskah aku egois untuk mendapatkan kebahagiaanku sendiri? Apa yang sebenarnya aku inginkan saat ini? Ya Allah ampunilah aku yang melalaikan-Mu. Yang masih terus jauh dari-Mu.

Morning all...


Sabtu, 29 Agustus 2020

PERGI KAH TINGGAL? MANA YANG HARUS KUPILIH?

Tak ada manusia yang memiliki segalanya di muka bumi ini... Pasti ada cacat dan celanya. Tapi bagaimana pun kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Cacat dan cela bukan sebagai penghalang kita buat meraih cita-cita dan impian. Selagi mau berusaha cita-cita dan impian itu akan terwujud, hanya saja waktu terwujudnya yang kita belum tau pasti. 

Teman... Kritik pedas itu biasa, dengarkan saja. Barangkali suatu hari kritik itu menjadi sangat manis jika dikenang. Buat kritikan itu sebagai senjata pelecut diri untuk lebih kuat dalam menghadapi dunia yang semakin gila ini. Boleh ikut arus tapi jangan sampai hanyut, maksudnya ikuti trend masa kini boleh bila hal tersebut masih positif, tapi bila sudah mengarah ke hal negatif hindari saja. OK?

Beberapa waktu lalu ada hal yang menurutku cukup menyayat hati. Beritanya bunuh diri hanya karena skripsi tidak selesai-selesai. Skripsi hanyalah salah satu masalah hidup yang sederhana, mengapa harus dibuat begitu sulit. Bukankah kita diajarkan untuk menyederhanakan baik itu di ilmu matematika atau ilmu kehidupan? Masalah yang besar dibicarakan agar menjadi kecil, dan masalah kecil menjadi tak bermasalah. Skripsi bukan sesuatu yang tidak dapat diatasi, itu hanya seberapa tahan kamu dengan batu sandungan didepanmu. Tidak perlu menghindar karena tidak sampai membuatmu terjungkal. 
 
Entah mengapa jika memikirkan nasib diriku, aku merasa punya masalah yang lebih pelik dari sekedar masalah skripsi. Tapi, haruskah aku bunuh diri? Tidakkah lebih baik aku tanggung ini dan terus menjalani hidupku meskipun banyak yang menghinaku? Bukankah badai akan berlalu meskipun menyisakan porak poranda disekitarnya dan menerbitkan senyuman setiap insan yang selamat? 

Pikiran ingin pergi, namun hati ingin tinggal.... mana yang harus kupilih?
Berat jika harus pergi dan meninggalkan... tak berdaya itulah yang aku rasa... sebuah rasa yang menyiksa. Lelehan air mata mengalir bak air bah tak terbendung, hanya dengan sedikit pemicu sudah membuatnya mengalir tanpa henti.

Rabu, 01 Juli 2020

Dua Wajah

Hai... sobat.... Apa yang kalian lihat dari gambar disamping ini? Dalam kehidupan, ini seperti 2 sisi mata uang yang tak dapat terpisahkan walau salah satunya mungkin tidak diinginkan. 
Sobat... untuk menjadi kaya tentunya kita harus banyak-banyak berusaha. Begitu kata orang-orang terdahulu. Tapi apakah dengan banyak berusaha lantas membuat kita kaya? Belum tentu bukan? Lihatlah sisi yang lain, merekapun tidak kurang usahanya namun kekayaan tidak menghampirinya.
Tapi tunggu.... benarkah kekayaan tidak menghampirinya? Apakah kekayaan hanya diukur dari kepemilikan harta benda? Bukankah kekayaan bisa diukur dari hal lain yang dimilikinnya? Kesehatan misalnya atau banyaknya teman yang di punya.
Kelapangan hati buat menerima keadaan yang dimiliki bukankah itu juga sebuah kekayaan? Bukankah tidak semua orang memiliki kelapangan hati untuk menerima keadaan yang dilihat oleh orang lain begitu sulit?
Tetap tersenyum meski dalam kondisi sulit. Tetap melangkah dengan wajah terangkat meski dipandang sebelah mata. Dengan prinsip "aku hidup bukan meminta darimu, tapi atas usahaku dan atas kehendak yang Kuasa. Kau tak berhak menghakimiku hanya karena aku tak memiliki harta seperti mu".
Hei... orang-orang kaya beruntunglah masih ada orang-orang miskin disekitarmu, maka demikian kau masih diberi kesempatan untuk bersedekah. Percayalah kau akan merasakan kehilangan nikmat sedekah bilamana semua orang sama kaya sepertimu. Memiliki harta banyak pun tak berarti lagi.
Dan bagimu yang tak memiliki harta, tetaplah berjuang tapi jangan sampai gelap mata. Ingatlah harta bukan segalanya.
Caiyo!!!

Jumat, 15 Mei 2020

Pernah Lebai 😅

Luluh lantak hatiku
Otakku seakan beku
Terasa berhenti duniaku

Apa yg terjadi antara kau & aku?

Ku tau nyawa masih melekat dibadan
Tersaruk aku bangkit dari keterpurukan
Tuk hadapi kenyataan
Bahwa hidup tak seindah impian


Itu sebuah puisi yang pernah kubuat saat hati terabaikan oleh yang dicinta. Dengan berjalannya waktu ternyata rasa itu mulai tak berarti lagi. Luka yang telah ditorehkan perlahan tertutupi oleh hal yang lebih berharga.


Kini aku sadari rasa cinta antar makhluk itu mudah pudar.  Bilamana ada yang "lebih" yang ada bisa dibilang sudah usang. Pernakah kau sadari tanpa si usang kamu bukan siapa-siapa?

Hai kamu...
Iya kamu...

Jika ada yang menyilaukanmu tundukkanlah pandanganmu, sehingga tidak buta matamu. Berfikirlah 2 kali. Renungkanlah dan flasback kebersamaanmu dengannya. Ingatlah hal-hal yang baik dan indah bersamanya. Ingat juga perjuangan dan pengorbanannya untukmu. Jangan mudah menyerah. Orang yang paling berharga adalah yang mampu mempertahankan yang lama, bukan yang mampu mendapatkan yang baru.

Rabu, 15 April 2020

Feeling

Suatu hari hampir 4 tahun yang lalu, aku bertemu dengannya. Saat aku melihatnya aku fikir inilah jodohku. Eeh... Ternyata dia sudah beristri. Ah... Ternyata aku cuma halu 😅 Setélah tau dia beristri, aku tak lagi berminat buat tau apa2 tentang dia.

Tak kusangka 2 bulan yang lalu aku dengar dia sudah bercerai. What's? Info apa ini? Deg... Kok aku punya feeling lagi ya adakah dia memang jodoh ku? Entah méngapa aku jadi kepikiran dia terus. Padahal klo boleh jujur, aku ke dia tuh biasa aja ga ada perasaan yang menggebu gitu. Tapi kepikiran terus. Adakah orang itu juga ada feeling gitu ke aku? Entahlah...

Ada beberapa peristiwa yang membuat aku ingin mencoba untuk mengorek tentang dia. Aku ingin tau seperti apa dia? Aku ingin mencoba buat komunikasi dengannya tapi bagaimana caranya? Ya Allah... Mudahkan jalanku buat mengenalnya jika dia baik untukku dan juga agamaku.

Allah sungguh maha baik, akhirnya ada jalan untuk ku mencari tahu seperti apa dia. Ternyata dengan komunikasi yang ada aku bukanlah tipe wanita yang dia inginkan. Tapi aku masih positif thinking aja saat ini. So merasa kaya di drama-drama 🤭 barangkali orang yang bukan tipenya ternyata adalah orang yang paling tepat buatnya. 😂 ngarep banget ya. Klo di drama sutradara yang atur skenario dibuat manusia yang notabene udah dirancang endingnya buat bahagia. Lha ini skenario Allah, entah endingnya gimana entar.

Oke... Ini baru tahap awal, so jalani aja dulu. Klo memang jodoh kan nda kemana. Penting saat ini usaha dulu dan berdo'a juga. Buat hasil akhir biar Allah yang atur. Fine.. Fighting!! Caiyo!!

Selamat malam 🌃

Rabu, 01 Januari 2020

Bayangan

Aku tak tau sejak kapan ini menjadi sesuatu yang kutunggu-tunggu kedatangannya. Tawa itu telah mencuri perhatianku. Awalnya biasa saja, tak terfikir akan menjadi suka. Setiap kali mendengar tawa itu, aku merasa ada kesejukan disana. Ada perasaan saling menerima dan memahami. Ada kebahagiaan yang tulus disana. Meski kau hanya sebuah bayangan yang tak nyata, dan mungkin saja kau penipu yang sedang mencari mangsa, namun di sudut hatiku ada perasaan kau tidak seperti itu. Andai saja kau adalah sosok yang nyata, aku akan dengan suka rela berada disisimu hingga akhir hayatku.

Mungkin aku terburu-buru dengan perasaanku saat ini. Tapi rasa yang begitu akrab dan tak bosan-bosanya kau dalam membangun hubungan ini membuat aku melonggarkan rasa curiga ku. Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti. Namun saat ini aku fikir yang terbaik adalah menikmati rasa bahagia ini. Biarkan saja apa yang akan terjadi esok hari, nikmati saja rasa bahagia saat ini.
Hai... Bayangan... Aku rindu dengan tawamu.. Saat kudengar tawamu ada rasa damai dihatiku. Saat mendengar tawamu seperti ada kebahagiaan didirimu. Kau telah menggenggam hatiku. Kau telah mencairkan kebekuan yang membatu. Bayangan... apapun yang akan terjadi nanti aku tak peduli. Yang aku peduli saat ini aku merasa bahagia.
Bayangan... Kau berjanji akan membuktikan kau itu nyata. Kubilang aku akan menunggumu. Aku janji aku akan menunggumu. Kau bilang seorang kesatria tidak akan mengingkari janjinya. Buktikan ya... Aku perlu bukti, bukan janji.

Rabu, 20 November 2019

Bertani, adalah pemandangan yang menyenangkan bagi orang-orang yang hanya sesekali melihatnya. Seolah hidup petani itu damai tanpa gejolak. Yah... kadang-kadang aku sendiri selalu ingin kembali ke alam, untuk menikmati hal-hal seperti itu setelah jenuh dengan rutinitas sehari-hariku. Menyegarkan otakku.

Disisi lain petani menganggapku punya kehidupan yang lebih baik dari mereka. Berjalan-jalan di pematang sambil menikmati pemandangan yang ada. Pikir mereka betapa bahagianya dia bisa berjalan-jalan tanpa beban, menebar senyum, swafoto. Nampak indah sekali.
Kata orang Jawa "hidup itu sawang sinawang", dari sudut pandang orang yang melihat orang lain akan nampak lebih baik, lebih bahagia, lebih ini lah, lebih itu lah, banyak lebihnya. Tapi bagi orang yang menjalani kurasa sama sulitnya.




Apa arti sebuah kepercayaan? Memang salah aku bercerita pada mereka. Yah lebih baik diam buat ku kini supaya aku bebas dengan pikiranku sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Tak ada gunanya aku percaya pada orang lain, jika orang yang aku percaya ternyata menghianatiku.
Rasanya ini lebih menyakitkan dibanding dengan putus cinta. Mengapa hal seperti ini harus kujalani. Tidakkah bisa aku punya kebebasan?
Kenapa harus semanis itu di depan? Kenapa orang2 yang menghianati itu selalu berwajah manis? Dan aku selalu terjebak dalam manisnya madu kehidupan.
Hei... awan, aku suka kamu yang bisa berubah wujud kapan saja tanpa berfikir orang suka atau tidak. Tidak perlu memikirkan perasaan orang lain.
Hei... malam, bisakah kau menemaniku selamanya? Hingga aku tak perlu khawatir akan datangnya pagi.
Kau tau malam setiap pagi menjelang itu seperti bom yang siap meledak kapan saja dipicu oleh cerahnya mentari pagi.
Terkadang aku ingin seperti daun yang mengikuti arah angin, tak perlu membalas tak perlu melawan.
Terkadang ingin seperti batang, meskipun diterpa angin berkali2 tetap tegar berdiri tak bergeming.

Kamis, 31 Oktober 2019

Langkah

31.10.2019
Tak mampu beranjak. Lumpur mengikat kakiku semakin dalam. Semakin kucoba untuk bergerak, semakin dalam dia mengikatku. Lelah... lelah... tak lagi punya energi. Berteriak minta tolong pun aku tak mampu. 
Tulang-tulangku tak lagi terasa. 
Kupejamkan mata dan menengadahkan wajahku dengan pikiran entah kemana. Apa yang bisa aku perbuat kini saat aku terjebak disini. Tanpa mampu meloloskan diri.
Tak ada tonggak tuk menopang diri. Tak ada tangan yang diulurkan tuk menyelamatkan diri. Sendiri... sendiri aku disini dengan segala penyesalan.. Mengapa... mengapa aku berada disini? Untuk apa aku disini? Apa yang sebenarnya terjadi?
Betapa banyak pertanyaan yang menyelinap dipikiranku. Satupun tak mampu aku jawab.
 

SEGALA KECEMASAN YANG MENJADI NYATA

 Tak ada seorangpun yang ingin sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupnya. Tapi sebuah kecemasan dalam hidup dan sesuatu yang selalu tidak di...