Tak ada seorangpun yang ingin sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupnya. Tapi sebuah kecemasan dalam hidup dan sesuatu yang selalu tidak diingini justru itu yang terjadi.
Aku seorang wanita tengah baya yang baru beberapa tahun ini memiliki suami. Dulu aku sangat mencemaskan bila bersuami orang tuaku terutama ibuku pasti akan merasa kehilangan, aku tau itu. Tapi yang sungguh tidak kuduga rasa ketidakrelaan orang tuaku berpisah dariku berujung pada sakitnya yang berkelanjutan. Ini sungguh sangat menyakitkan.
Dalam bayanganku saat akan menikah dulu aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku, bisa membawanya kemanapun mereka ingin pergi. Sayang sekali semua itu hanya angan belaka. Yang terjadi justru kini Bapak sudah meninggal, sedang ibuku sakit parah. Ya Allah... apa yang harus aku lakukan? Setiap kali mengingat ini luruh air mataku. Jika saja manusia boleh berandai-andai, aku ingin ini semua tidak terjadi. Aku ingin mereka baik-baik saja.
Ternyata itu semua masih belum cukup, baru-baru ini aku mendapatkan berita yang cukup mengguncang perasaanku. Bagaimana tidak, jika seorang wanita divonis kemungkinan besar mengalami kemandulan yang menurut para ahli sudah sulit tertolong. Aku mengidap penyakit kista ovarium dan miom uteri cukup besar. Bahkan salah satu indung telur harus diangkat, dengan pengangkatan itu kemungkinanku untuk hamil makin kecil, selain karena rahim sudah rusak usia juga mempengaruhi.
Aku mungkin tidak sendiri mengalami nasib seperti ini, aku yakin banyak orang diluar sana mengalami nasib yang sama. Namun tetap saja hal ini membuatku merasa jatuh kedasar bumi. Tak pernah bermimpi ingin mengalami hal seperti ini. Entahlah bagaimana perasaan suamiku. Beruntungnya suamiku telah memiliki 2 orang anak dari pernikahan sebelumnya. Setidaknya sekalipun dia tidak memiliki anak dariku dia sudah punya anak. Namun hatiku terasa teriris mengingat aku sendiri belum memiliki anak kandung. Jika mengingat hal ini aku selalu tak bisa membendung air mataku.
Mengapa tidak menikah disaat usia masih muda? Menyesalipun saat ini sudah tidak ada gunanya. Kini yang dapat kuperbuat hanya bagaimana untuk bisa kembali sehat dan bisa mengurus ibu. Berfikir positif dimana Allah tidak menurunkan penyakit melainkan obatnya. Tetap berusaha dan semangat menjalani sisa hidup.


