Rabu, 01 Januari 2020

Bayangan

Aku tak tau sejak kapan ini menjadi sesuatu yang kutunggu-tunggu kedatangannya. Tawa itu telah mencuri perhatianku. Awalnya biasa saja, tak terfikir akan menjadi suka. Setiap kali mendengar tawa itu, aku merasa ada kesejukan disana. Ada perasaan saling menerima dan memahami. Ada kebahagiaan yang tulus disana. Meski kau hanya sebuah bayangan yang tak nyata, dan mungkin saja kau penipu yang sedang mencari mangsa, namun di sudut hatiku ada perasaan kau tidak seperti itu. Andai saja kau adalah sosok yang nyata, aku akan dengan suka rela berada disisimu hingga akhir hayatku.

Mungkin aku terburu-buru dengan perasaanku saat ini. Tapi rasa yang begitu akrab dan tak bosan-bosanya kau dalam membangun hubungan ini membuat aku melonggarkan rasa curiga ku. Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti. Namun saat ini aku fikir yang terbaik adalah menikmati rasa bahagia ini. Biarkan saja apa yang akan terjadi esok hari, nikmati saja rasa bahagia saat ini.
Hai... Bayangan... Aku rindu dengan tawamu.. Saat kudengar tawamu ada rasa damai dihatiku. Saat mendengar tawamu seperti ada kebahagiaan didirimu. Kau telah menggenggam hatiku. Kau telah mencairkan kebekuan yang membatu. Bayangan... apapun yang akan terjadi nanti aku tak peduli. Yang aku peduli saat ini aku merasa bahagia.
Bayangan... Kau berjanji akan membuktikan kau itu nyata. Kubilang aku akan menunggumu. Aku janji aku akan menunggumu. Kau bilang seorang kesatria tidak akan mengingkari janjinya. Buktikan ya... Aku perlu bukti, bukan janji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEGALA KECEMASAN YANG MENJADI NYATA

 Tak ada seorangpun yang ingin sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupnya. Tapi sebuah kecemasan dalam hidup dan sesuatu yang selalu tidak di...