Senin, 12 April 2021

Rindu???

Rindu... apa itu rindu? Tidak kah ia hanya seperti air yang mengalir atau angin yang bertiup? Mending kalau air yang mengalir saat menerpa kita masih menyisakan bekas meski seiring datangnya waktu akan menghilang, tapi kalau angin yang berhembus tak ada bekasnya meskipun bisa dirasa. Ya... rindu itu seperti angin yang berhembus, kemana arahnya tak mampu kita duga. Kapan ia mau datang pun kita tak tau. 

Adakah yang bisa menjelaskan bagaimana rindu datang? Adakah yang bisa menjelaskan dia akan pulang?

Tak tau bagaimana untuk meneruskan paragraf ini... bingung kata apa yang pantas untuk melukiskannya. Aku tak tau harus menangis atau tertawa. Sesungguhnya aku terharu ada seseorang yang menyayangku sepertimu. Aku pernah pesimis tak ada seseorang yang sepertimu. Tapi aku percaya Allah pasti  punya stok orang sepertimu. Limited edition ceritanya 😛...

Aku senang mengenalmu, meski aku merasa kurang pantas bersamamu tapi kau tak membiarkanku jauh darimu. Kau mengingatkanku dengan kasih sayang. Terasa olehku kau mengingatkanku karena rasa sayangmu padaku, bukan karena ingin mengguruiku. Ya... aku pernah berkata pada teman-temanku bahwa aku menginginkan seseorang yang bilamana dia menatapku saja aku sudah tau dia suka atau tidak. Kini begitulah yang aku rasakan, kau orang yang seperti itu.

Saat teringat hal semalam aku menangis haru, bukan karena aku sedih tapi karena aku bahagia. Makasih sudah mengajarkan bagaimana menyayangi dan menasehati tanpa menyakiti..

Tau tidak hal semalam justru menghadirkan rasa rindu ingin bertemu dan lebih jauh mengenalmu..


 

SEGALA KECEMASAN YANG MENJADI NYATA

 Tak ada seorangpun yang ingin sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupnya. Tapi sebuah kecemasan dalam hidup dan sesuatu yang selalu tidak di...