Rabu, 20 November 2019


Apa arti sebuah kepercayaan? Memang salah aku bercerita pada mereka. Yah lebih baik diam buat ku kini supaya aku bebas dengan pikiranku sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Tak ada gunanya aku percaya pada orang lain, jika orang yang aku percaya ternyata menghianatiku.
Rasanya ini lebih menyakitkan dibanding dengan putus cinta. Mengapa hal seperti ini harus kujalani. Tidakkah bisa aku punya kebebasan?
Kenapa harus semanis itu di depan? Kenapa orang2 yang menghianati itu selalu berwajah manis? Dan aku selalu terjebak dalam manisnya madu kehidupan.
Hei... awan, aku suka kamu yang bisa berubah wujud kapan saja tanpa berfikir orang suka atau tidak. Tidak perlu memikirkan perasaan orang lain.
Hei... malam, bisakah kau menemaniku selamanya? Hingga aku tak perlu khawatir akan datangnya pagi.
Kau tau malam setiap pagi menjelang itu seperti bom yang siap meledak kapan saja dipicu oleh cerahnya mentari pagi.
Terkadang aku ingin seperti daun yang mengikuti arah angin, tak perlu membalas tak perlu melawan.
Terkadang ingin seperti batang, meskipun diterpa angin berkali2 tetap tegar berdiri tak bergeming.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEGALA KECEMASAN YANG MENJADI NYATA

 Tak ada seorangpun yang ingin sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupnya. Tapi sebuah kecemasan dalam hidup dan sesuatu yang selalu tidak di...